REDESAIN PONPES SHABRAN UMS 'ISLAMIC STUDY CENTER'
Berarsitektur seharusnya memecahkan permasalahan bukan malah menambah masalah. Meskipun faktanya saat ini adalah 80% kerusakan lingkungan diakibatkan oleh arsitektur. Hanya arsitek yang mampu mengobati keadaan seperti ini.
Islamic Study Center merupakan ponpes yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di UMS wajib mengikuti Shabran atau sejenis pesantren kilat selama 4 hari untuk menyelesaikan mata kuliah studi islam.
Berarsitektur tentunya dapat mengubah pola hidup. yang selama ini dilihat ponpes shabran hanya berhubungan dengan mahasiswa saja, dengan ide desain ini diharapkan ponpes shabran dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Desain ini sebenarnya lebih menonjolkan Sustainable Constuction Sebagai kewajiban arsitek untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan generasi masa depan.
Kondisi angin pada daerah ini tidak terlalu tinggi karena berada ditengah-tengah pemukiman padat.
Bangunan yang baik adalah bangunan yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, baik air, energy maupun pangan. Konsep ini akan selalu kita jaga. Ponpes ini memenuhi kebutuhan airnya dengan menggunakan bak penampung air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk mandi, siram, cuci dll. Banyaknya bukaan tentunya mengurangi kebutuhan energy listrik pada bangunan ini. tidak memerlukan AC atau lampu disiang hari. Cukup memanfaatkan energy dari alam yang sudah tersedia. Sedangkan penerapan Biodigeter dapat mengubah kotoran manusia menjadi gas yang bisa dimanfaatkan didapur. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, ponpes ini memiliki kebun produktif sehingga diharapkan ponpes ini mengurangi sikap hidup konsumtif.
Tuntutan ruang tentunya menjadikan seorang arsitek harus lebih kreatif dalam menentukan furniture.
kontruksi bambu sebagai media taman vertikal. walopun sebenarnya masih ragu keawetannya. kena panas dan hujan :D.
Kondisi dalam kelas
Taman Vertikal Sustainable Construction
lantai 3, ruang sosial mahasiswa
Selasar dengan skat dinding bambu yang dipasang jarak 6 cm, sehingga cahaya matahari dapat masuk dengan efek cahaya yang indah.
Taman Lantai Tiga
Jumat, 19 Juni 2015
Afif Taftayani Sidiq














Komentar
Posting Komentar